IPTEK

Di Imagine 09 SMK Perguruan Cikini Juara 1  Teknisi Robot di JCC
Ditulis Oleh : Admin PP-Iptek
Imagine 09 telah berlangsung selama lima hari, 25 Februari s.d 1 Maret 2009, di Hall B Jakarta Convention Center arena diselenggarakannya Megabazar Computer 2009. Imagine 09 merupakan ajang kompetisi merakit robot untuk para pelajar tingkat SMK, SMA, SMP dan SD yang diselenggarakan oleh Klub Robotik dari G-Com Teknologi dan Fischertechnik. Hari pertama, (25/02), diadakan workshop untuk para guru dengan jumlah peserta 80 orang, peserta pada workshop ini adalah guru-guru yang anak didiknya akan mengikuti kompetisi robot pada hari berikutnya. Kompetisi robot dimulai di hari kedua pameran (26/02) untuk pelajar tingkat SMK, hari ketiga (27/02) untuk pelajar tingkat SMA, hari keempat (28/02) untuk pelajar tingkat SMP dan hari terakhir (01/03) untuk pelajar tingkat SD.

Pada kompetisi ini, setiap tim dari masing-masing sekolah yang terdiri dari 3-4 orang disediakan 1 set kit robot mobile beserta 1 buah notebook untuk memprogram jalannya robot. Setiap tim diberikan waktu 2 jam (10.00-12.00) untuk merakit robot yang dilanjutkan pemrograman dan uji coba selama 3 jam (13.00-16.00). Pada sesi tersebut setiap tim didampingi oleh instruktur dari Klub Robotik dan PP-IPTEK. Perlombaan dibagi 2 sesi, sesi pertama dimulai pukul 16.00-18.00 dan sesi kedua 19.00-21.00. Setiap tim peserta memprogram robot hasil rakitannya untuk bergerak melalui jalur di area khusus yang disediakan panitia. Setiap peserta akan mendapatkan skor jika robotnya berhasil melalui kotak skoring yang dipasang dibeberapa titik area perlombaan. Tim yang memperoleh skor tertinggi pada akumulasi 2 sesi perlombaan dari tiga orang dewan juri menjadi juaranya.

Tim yang keluar sebagai juara pada kompetisi kali ini adalah sebagai berikut. SMK: Juara 1. SMK Perguruan Cikini; Juara 2. SMK N 56 Jakarta; Juara 3. SMK PKP 2 JIS. SMA: Juara 1. SMA N 78 Jakarta; Juara 2. SMA Thariq bin Ziyad; Juara 3. SMA LaTansa. SMP: Juara 1. SMP LaTansa; Juara 2. SMP BPK Penabur 1 Bandung; Juara 3. SMP Pax Ecclesia. SD: Juara 1. SDK Samaria; Juara 2. Madrasah International Technonatura; Juara 3. SD Pilar Indonesia.

Acara kompetisi robot tahun ini juga dimeriahkan dengan gelaran Alat Peraga (AP) dari PP-IPTEK. Tebak Tanggal Lahir merupakan salah satu AP yang dibawa PP-IPTEK yang banyak menyedot perhatian pengunjung pameran yang lalu lalang. Selain itu, PP-IPTEK yang menjadi salah satu sponsor kegiatan ini, mengirimkan timnya untuk bertindak sebagai Instruktur dan dewan juri. Sejalan dengan kompetisi robot yang telah berlangsung selama 3 tahun belakangan, saat ini PP-IPTEK juga memiliki program Robotic Learning yang bisa dimanfaatkan sekolah-sekolah diwilayah Jabodetabek sebagai media pembelajaran ekstrakurikuler ataupun sebagai media pemantapan bagi siswa-siswinya sebelum mengikuti kompetisi robot. Robotic Learning PP-IPTEK adalah program pelatihan merakit robot dengan kit robot (fischertechnik) standar yang digunakan pada setiap penyelenggaraan kompetisi robot.(humasPP-IPTEK)

SMK Perguruan Cikini memiliki 6 Jurusan Favorit, diantaranya ;

1. Jurusan Teknik Informatika
(Juara 3 Networking & IT Support Lomba Kompetensi Siswa DKI Jakarta Th.2007)
 Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 94,35)

2. Jurusan Mekanik Otomotif
 (Juara 3 Lomba Bidang Otomotif Lomba Kompetensi Siswa DKI Jakarta Th.2007)
Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 93,15)

3. Jurusan Permesinan
(Juara 3 Lomba CADD Lomba Kompetensi Siswa DKI Jakarta Th.2007)
Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 94,10)

4. Jurusan Elektronika Industri ( Juara 1 KIR Jakarta Utara th.2006)
Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 95,65)

5. Jurusan Teknik Audio Video
(Juara 1 Lomba Merakit Power Supply Pelajar Mahasiswa Lendeteves Jabodetabek Th.2007)
Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 92,00)

6. Jurusan Listrik Industri
Terakreditasi A ( akreditasi Desember 2007 dengan Nilai 93,30)



INDONESIA Juara di Kontes Robot Dunia, Koplax dan Ironfire Kembali ke Kampus

Juara di Kontes Robot Dunia, Koplax dan Ironfire Kembali ke Kampus YOGYAKARTA- Menjadi juara satu pada Kontes Robot Dunia, yaitu Trinity Fire Fighting Home Robot Contest and RoboWaiter Competition (TCFFHCRC) , di Hartford, Connecticut, AS, 9-10 April 2011 lalu sama sekali tidak pernah terpikir di benak mereka. Apalagi, jika melihat para pesaingnya yang berasal dari beberapa negara maju. Sebut saja China, Israel, Meksiko, Kanada, Portugal, dan AS. Tetapi, kenyataan membuktikan ketangguhan tim robot Indonesia, termasuk di dalamnya Tim Robot UGM.
“Grogi dan kecil hati sempat ada melihat lawan-lawan kita, khususnya China yang sangat tangguh. Tapi, akhirnya dengan percaya diri dan optimis kita berhasil menjadi juara satu,”kata salah satu anggota tim robot UGM, Farid Inawan (Jurusan Teknik Elektro 2009), usai ramah-tamah dengan jajaran Universitas dan Fakultas, di KPTU Fakultas Teknik UGM, Senin (18/4).
Farid, bersama Noer Azis Ismail, Luiz Rizki Ramelan (Jurusan Teknik Elektro 2009) dan Wahyu Wijayanto (Jurusan Teknik Mesin 2008) berhasil meraih juara satu dan dua pada kategori Senior Division. Robot Koplax menjadi juara pertama dan Iron Fire juara kedua pada kompetisi bergengsi tersebut.
Farid menambahkan, dua hari sebelum keberangkatan sebenarnya mereka belum siap sepenuhnya. Bahkan, sesampainya di AS robot dan barang-barang yang disimpan di bagasi pesawat justru kepanasan. Namun, setelah dilakukan perawatan dan dirancang kembali Koplax yang hanya beroda dua dan menggunakan sendok sayur sebagai penyeimbang justru menjadi juara satu.
Koplax setelah melalui tiga kali pertandingan, imbuh Farid, menghabiskan waktu sekitar 4,6 detik. Trial pertama Koplax hanya memerlukan waktu 0,8 detik. Sedangkan lawan berat Indonesia, China, menghabiskan waktu untuk melewati rintangan dan memadamkan api lilin 0,9 detik. Selisih 0,1 detik saja dari tim Koplax.
“Sendok ini dulu juga sempat membawa robot Ironfire menang di KRCI di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun lalu,” imbuhnya.
Sementara Wahyu Wijayanto juga mengaku tidak menduga mereka akan keluar sebagai juara. Ia juga menceritakan persiapan tim yang harus memasukan robot ke dalam freezer lemari es terlebih dulu. Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan mengingat kondisi cuaca di AS yang dingin.
“Semua langkah kita tempuh termasuk memasukan robot ke dalam freezer agar bisa menyesuaikan dengan iklim di sana,”kata Wahyu.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., mengaku bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswa. Prestasi yang telah melewati perjalanan panjang setelah menang pada KRCI di Malang tahun lalu. Pihak Fakultas Teknik, ujar Tumiran, memberikan penghargaan kepada mahasiswa dengan membebaskan SPP dan BOP selama 3 tahun. Tumiran dalam kesempatan tadi juga sempat menyampaikan pesan Mendiknas M.Nuh agar UGM bisa mencoba mengembangkan laboratorium robotika.
“Selain beasiswa S2 dari Mendiknas kita juga memberikan apresiasi bagi para mahasiswa,”kata Tumiran.
Di tempat yang sama Direktur Kemahasiswaan, Drs.Haryanto, M.Si juga berharap prestasi yang diraih mahasiswa di kancah Internasional ini bisa terus ditingkatkan. Ia mengakui selama tiga tahun terakhir sejak tahun 2008 UGM memang cukup fokus untuk mengembangkan robot di kampus.
Jika mahasiswa sudah memiliki semangat untuk berkarya dan memajukan UGM, maka peran dosen untuk memberikan bimbingan juga dinantikan,”harap Haryanto.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan prestasi tim robot UGM ini merupakan salah satu bentuk internasionalisasi. Selain berupa karya-karya yang mendapatkan pengakuan dunia internasional, beberapa langkah menuju internasionalisasi yang tetap perlu dilanjutkan diantaranya kebijakan dan peraturan yang berbasis standar internasional, serta memperjuangkan local wisdom sebagai peninggalan nenek moyang untuk student center learning.
“Terus berikan karya nyata yang mendapat pengakuan dari masyarakat internasional agar kesuksesan tercapai,”kata Atyanto.
Seperti diketahui, TCFFHCRC ini adalah kompetisi robot pemadam api yang diselenggarakan tahunan sejak tahun 1994. Kompetisi tersebut diikuti dari mulai siswa sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, mahasiswa hingga praktisi. Pada ajang 2011, 135 robot turut berkompetisi. Indonesia, selain UGM, ITB dan UNIKOM juga berhasil menjadi juara satu dan dua untuk kategori Walking Division dan RoboWaiter Entry Level serta RoboWaiter Advance. Atas prestasinya ini, tim UGM juga berhak atas hadiah sebesar USD 300 dan USD 200. Selamat! (Humas UGM/Satria AN)

Mobil terbang siap dijual di AS

16 Mei 2011
Pada awal 2009, dunia dikejutkan dengan penerbangan perdana dari Transition Roadable Aircraft atau TRA yang menggunakan mobil berkemampuan mengudara ciptaan Terrafugia. Nah, Terrafugia siap menjual mobil terbang itu ke publik pada 2011   Perihal mobil bisa terbang, hal itu telah berkembang dalam beberapa tahun belakangan. Namun, belum ada satu pun orang yang terlihat mengoperasikannya di jalan umum atau di udara, apalagi dipasarkan untuk umum.
Boleh jadi, produk Terrafugia tercatat sebagai yang pertama. Kendaraan tersebut diklaim bisa terbang sejauh 700 km dengan kecepatan 175 km/jam. Saat di jalanan, mobil ini bisa dipacu dengan kecepatan 110 km/jam. Demikian seperti dikutip leftlanenews.com (30/12/2009).
Salah satu fitur kunci yang membuat TRA masuk akal digunakan dalam keseharian adalah kemampuan aktual untuk digunakan berkendara di jalan raya. Ia bisa parkir layaknya mobil biasa. Selain itu, kendaraan ini juga memiliki kemampuan melipat sayap hanya dalam waktu 30 detik, ibarat sebuah mobil convertible.
Terrafugia mengatakan, TRA diciptakan dengan maksud membuat kendaraan yang fleksibel. Artinya, kendaraan ini memungkinkan pengemudi pergi ke bandara atau sebaliknya tanpa harus memikirkan lahan parkir tambahan.
Nah, Anda yang tertarik punya mobil terbang ini bisa langsung booking dengan uang pangkal 10.000 dollar AS (Rp 95 juta). Ketika pesanan sudah jadi, siapkan lagi dana senilai 185.000 dollar AS (Rp 1,75 miliar).
mobilterbang2 300x211 Mobil terbang siap dijual di AS
mobilterbang4 300x199 Mobil terbang siap dijual di AS







http://otomotif.kompas.com/read/2010/01/02/0812217/Wow.Mobil.Bisa.Terbang.Seharga.Rp.2.Miliar